beberapa trik blur dari aplikasi untuk mempercantik tampilan foto anda....
sekaligus menambah pengetahuan anda tentang aplikasi tersebut...
coba deh...
tinggal pilih:
adobe photoshop elemen ataupun CS3, 4, 5 hingga versi baru...
ini adalah beberapa contoh hasilnya.....
coba deh....
dijamin anda pasti suka....
WELCOME
SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI, SEMOGA BERMANFAAT...........
Friday, 9 December 2011
Wednesday, 9 November 2011
manfaat jeruk nipis
Banyak manfaat dan khasiat yang dikandung jeruk nipis. Berikut ini beberapa di antaranya…
1. Menghentikan Kebiasaan Merokok.
Isaplah sekerat jeruk nipis. Hal ini akan mendorong keinginan minum segelas air, dengan begitu akan turut menolong pembasuhan nikotin yang terkumpul dalam tubuh, jeruk nipis juga akan menolong memenuhi kekurangan asam lambung dalam pencernaan makanan.
2. Manghilangkan Kapalan Kaki.
Kapalan (proses penebalan kulit tanduk pada kaki) dapat dihilangkan dengan menggosokan irisan jeruk nipis yang segar keseluruh bagian yang terkena kapalan. Kemudian biarakan irisan jeruk menumpuk di tempat itu semalam suntuk. Ulangi pekerjaan tersebut sampai kapalan lenyap dengan sendirinya.
3. Meredam Penyakit Panas.
Jika ada anggota keluarga yang mendadak sakit panas dan sulit memanggil dokter, bisa di coba dengan mengompres. Air jeruk nipis, air kapur sirih, dan kira-kira satu sendok makan minyak kelapa setelah di aduk rata dan kental, usapkanlah pada ubun-ubun kepala. Kemudian tempelkan sapu tangan atau handuk kecil yang telah di celup dalam cairan tersebut.
4. Anti Mabuk.
Peraslah jeruk nipis, tambahi dengan air dingin (jangan air panas). Supaya mudah meminumnya, tambahkan gula sedikit. Sebelum berangkat bepergian minumlah air jeruk nipis secukupnya. Ini akan membantu kita terhindar dari mabuk di perjalanan. Kalau bepergian dalam waktu lama (berhari-hari) meminum air jeruk ini bisa di ulangi setiap 6-10 jam.
5. Menghilangkan Bau Ketiak.
Bau ketiak yang tidak enak benar-benar sangat menyusahkan. Lebih-lebih kalau sedang berkeringat. Untuk mengobatinya pakailah ramuan obat luar yang terdiri dari : kapur sirih 1/2 sendok makan di campur dengan air jeruk nipis sehingga menjadi cairan seperti cat. Cara memakainya ; setelah mandi gosoklah ketiak dengan ramuan tersebut. Tunggu sampai kering, baru kemudian memakai baju. Dengan memakan buah pepaya yang cukup setiap hari, sangat membantu menghilangkan bau keringat yang tidak di sukai. Bahkan menghilangkan sama sekali.
6. Menghilangkan Rasa Capai.
Rasa capai bisa merugikan usaha dan pekerjaan. Agar bisa lebih bersemangat dan giat dalam bekerja rasa capai perlu di usir. Caranya bisa dengan meminum ramuan jamu yang terdiri atas : 1 sendok makan madu asli, 2 sendok makan air perasan jeruk nipis, 1 sendok teh merica halus, 1 ons jahe di parut dan diambil perasan airnya saja. Ramuan ini di minum 2x tiap satu minggu.
7. Nyeri Tenggorokan.
Nyeri tenggorokan bisa di sebabkan oleh selesma yang akut. Tapi bisa juga di karenakan menghirup asap atau uap, merokok terlalu banyak, atau terkena tular suatu bakteri yang menyebabkan radang pada pangkal tenggorokan. Sehingga menyebabkan suara menjadi serak atau parau. Untuk menyembuhkan dan membuat suara menjadi lembut dan merdu bisa di pergunakan ramuan : 1 buah jeruk nipis yang telah tua ambil sari airnya aja, beri madu 1 sendok teh, gambir atau pinang sirih yang telah di haluskan 1 sendok teh, air putih 3/4 gelas. Semua bahan di aduk rata, embunkan semalam. Bangun tidur ramuan ini diminum dan di kumurkan.
8. Mengobati Keseleo.
Untuk mengobati sakit keseleo bisa di gunakan obat ramuan dari : cabe rawit 4-9 buah, sedikit kapur sirih di giling halus, kemudian di campur air jeruk nipis. Sapukan dan urut-urutkan hasil ramuan tersebut pada tempat yang sakit.
9. Membantu Ibu-ibu Dalam Mengecilkan Dan Mengeringkan Peranakan Sehabis Melahirkan.
Dengan menambahkan air jeruk nipis dan sedikit kapur sirih pada parem perut (tapel), dan dilakukan setiap hari selama 40 hari, niscaya perut akan kembali langsing seperti sedia kala setlah seorang ibu mengandung itu melahirkan. Akan lebih cepat lagi apabila di bantu dengan minuman yang terdiri atas campuran air jeruk nipis, garam dan sedikit air kapur sirih yang sudah di rendam dengan air masak.
selamat mencoba....semoga bermanfaat...
Monday, 7 November 2011
konsep tumbuh kembang anak usia sekolah
KONSEP TUMBUH KEMBANG ANAK USIA SEKOLAH (6-12 tahun)
Pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah berat badan bertambah 2-4 kg/tahun, tinggi bertambah 5-7 cm/tahun, gigi permanen pada usia 10 tahun dengan jumlah 20 gigi, geraham pertama tumbuh pada usia 7 tahun bersamaan dengan ke-4 geraham pertama, gigi susu tumbuh 4 gigi/tahun selama 5 tahun berikutnya geraham kedua tumbuh usia 14 tahun, geraham ketiga tumbuh menjelang usia 20 tahun.
Motorik kasar : aktivitas motorik kasar dibawah kendali kognitif dan kesadaran secara bertahap meningkat penyempurnaan keterampilan, fisik kekuatan dan daya tahan meningkat dan tingkat energi tinggi peningkatan arah dan kemampuan fisik.
Motorik halus : menunjukkan perbaikan keseimbangan dan koordinasi mata dan tangan, menunjukkan perhatian khusus seperti menjahit, membuat model dan bermain musik.
Bahasa yang tidak begitu egosentrik, dalam orientasi dapat mempertimbangkan pandangan orang lain, mengerti semua bagian pembicaraan termasuk kata sifat, keterangan, penghubung, dan kata depan.
Kognitif mulai berfikir logis, dan terarah, mempertimbangkan ssejumlah alternatif dan menemukan pemecahan terbaik, memahami konsep dulu, sekarang dan yang akan datang, memahami konsep fungsi berat dan volume.
Moral dan konvensional moral anak ditentukan oleh aturan anak mengembangkan rasa kejujuran dan keadilan yang tinggi. Anak belajar mengembangkan kemampuan dan kompetisi untuk belajar interaksi sosial dan berhasil sekolah.
Kepercayaan anak belajar membedakan natural dan supernatural, anak belajar membentuk pribadi tentang Tuhan.
Perkembangan psikososial menurut Freud pada anak usia sekolah adalah anak yang berbeda dalam fase laten secara psikologis pada fase ini mulai berkembang superego, yaitu anak mulai berkurang sifat egosentriknya.
Fase laten (8-12 tahun) selama periode ini anak menggunakan energi fisik dan psikologis yang merupakan media untuk mengeksplorasi pengetahuan dan pengalamannya melalui aktivitas fisik maupun sosialnya, pada awal fase laten anak perempuan lebih menyukai teman dengan jenis perempuan dan anak laki-laki dengan jenis laki-laki, pertanyaan anak tentang sex semmakin banyak mengarah pada sistem reproduksi, dalam hal ini orangtua harus bijaksana dalam merespon yaitu menjawabnya dengan jujur dan hangat, peran ibu dan ayah sangat penting dalam melakukan pendekatan dengan anak, pelajari apa yang sedang difikirkan anak berkaitan dengan sex.
Perkembangan psikososial menurut Erickson pendekatan Erickson dalam membahas proses perkembangan anal adalah dengan menguraikan lima tahapan perkembangan psikososial yaitu percaya versus tidak percaya, otonomi versus rasa malu dan ragu, inisiatif versus rasa bersalah, industri versus inferiority dan identitas dan keracunan peran.
Industri versus inferiority (6-12 tahun) anak akan belajar untuk bekerja sama dan bersaing dengan anak lainnya melalui kegiatan yang dilakukan baik dalam kegiatan akademik maupun dalam pergaulan melalui perrmainan yang dilakukannya bersama. Perasaan sukses dicapai anak dengan dilandasi adanya motivasi internal untuk berinteraksi sosial lebih luas dengan teman di lingkungannya dapat memfasilitas perkembangan perasaan sukses tersebut. Perasaan tidak adekuat dan rasa inferior atau rendah diri akan berkembang apabila anak terlalu mendapat tuntutan dari lingkungannya dan anak tidak berhasil memenuhinya secara utuh. Harga diri yang kurang akan menjadi dasar yang kurang untuk penguasaan tugas-tugas di fase remaja dan dewasa. Pujian dan penguatan dari orang tua atau orang dewasa lainnya terhadap prestasi yang dicapainya menjadi begitu penting untuk menguatkan perasaan berhasil dalam melakukan sesuatu.
Saturday, 5 November 2011
komunikasi terapeutik
KOMUNIKASI TERAPEUTIK
A. Teori komunikasi sangat sesuai dalam praktik keperawatan(stuart dan sundeen. 1987, hal. 111) karena:
1. Komunikasi merupakan cara untuk membina hubungan terapeutik yang menyimpan informasi dan pertukaran perasaan dan pikiran.
2. Maksud komunikasi adalah mempengaruhi perilaku orang lain.
3. Komunikasi adalah berhubungan yaitu hubungan antara perawat dan klien yang terapeutik tidak mungkin dicapai tanpa komunikasi.
Dalam membina hubungan terapeutik dengan klien, perawat perlu mengetahui proses komunikasi dan keterampilan berkomunikasi dalam membantu klien memecahkan masalahnya.
Elemen yang harus ada dalam komunikasi adaklah pengirim pesan, penerima pesan, pesan media dan umpan balik.
Perawat dapat menyampaikan atau mengkaji pesan secara non verbal antar lain:
1. Vokal: nada, kualitas, keras dan lembut, kecepatan yang semuanya menggambarkan suasana emosi.
2. Gerakan: reflek, postur, ekspresi muka, gerakan yang berulangdan gerakan-gerakan lain.
3. Jarak (space): sangat penting karena dapat menggambarkan keintiman.
4. Sentuhan: sangat penting tetapi perlu pertimbangkan aspek budaya dan kebiasaan.
B. Sikap perawat dalam komunikasi:
1. Perawat hadir secara utuh (fisik dan psikologis) pada waktu berkomunikasi dengan klien, egan (1975, dikutip oleh Kozier dan Erb. 1983, hal. 372) mengidentifikasi lima sikap atau cara untuk menghadirkan diri secara fisik yaitu:
a. Berhadapan
b. Mempertahankan kontak mata
c. Memebungkuk ke arah klien
d. Mempertahankan sikap terbuka
e. Tetap rileks dan santai
2. Sikap fisik klien dapat disebut sebagai perilaku non vernbal. Beberapa perilaku non verbal yang dikemukakan oleh Clum (1991. Hal 168-173) dalam merawat anak adalah:
a. Gerakan mata untuk memberikan perhatian
b. Ekspresi muka dipakai sebagai bahasa non verbal
c. Sentuhan sebagai cara interaksi yang mendasar.
Sentuhan sangat penting bagi anak sebagai alat komunikasi dalam memperlihatkan kehangatan, kasih sayang pada kemudian hari.
Kehadiran psikologis dapat dibagi dalam dua dimensi yaitu dimensi respon dan dimensi tindakan (Truax, Carkfhoff dan Benerson, dikutip olue Stuart dan sundeen, 1987, hal. 126).
a. Dimensi Respon
Dimensi respon terdiri dari respon perawat yang ikhlas, menghargai, empati dan konkrit. Dimensi respon sangat penting pada awal berhubungan dengan klien untuk membina hubungan saling percaya dan komunikasi yang terbuka. Respon ini terus dipertahankan sampai pada akhir hubungan.
1) Keikhlasan, perawat menyatakan melalui keterbukaan, kejujuran, ketulusan dan berperan aktif dalam berhungan dengan klien.
2) Menghargai, pearawat menerima klien apa adanya, sikap pearawat tidak menghakimi klien, tidak mengkritik, tidak mengejek dan tidak menghina.
3) Empati, merupakan kemampuan masuk dalam kehidupan klien agar dapat merasakan pikiran dan perasaannya.
Melalui penelitian Mansfield (dikutip oleh Stuart dan Sundeen, 1987, hal. 129) mengidentifikasi perilau verbal dan nonverbal yang menunjukkan tingkat empati yang tinggi sebagai berikut:
a) Memperkenalkan diri pada klien
b) Kepala dan badan membungkuk ke arah klien
c) Respon verbal terhadap pendapat klien
d) Kontak mata dan berespon pada tanda nonverbal klien, mis: nada suara, gelisah dan ekspresi wajah.
e) Tunjukkan perhatian, minat dan kehangatan melalui ekspresi wajah
f) Nada suara konsisten dengan ekspresi wajah dan respon verbal.
4) Konkrit, perawat menggunakan terminologi yang spesifik, bukan abstrak.
b. Dimensi Tindakan
Dimensi tindakan terdiri dari konfurtasi, kesegaran, keterbukaan, “ Emosional Chatarsis” dan bermain peran (Stuart dan Sundeen, 1987, hal 131).
1) Konfrontasi.
Merupakan ekspresi perasaan perawat tentang prilaku klien yang tidak sesuai.
2) Kesegaran.
Kesegeraan berfokus pada interaksi dan hubungan perawat dengan klien saat ini. Perawat sensitif terhadap perasaan klien dan berkeinginan membantu dengan sesegera mungkin.
3) Keterbukaan perawat.
Perawat membuka diri tentang pengalaman yang berguna terutama untuk terapi klien. Tukar pengalaman ini berguna untuk mendukung kerjasama dan memberi sokongan pada klien.
4) Emosional Catharsis.
Hal ini terjadi jika klien diminta bicara tentang hal yang sangat menggangu dirinya. Ketakutan, perasaan dan pengalaman dibuka untuk menjadi topik diskusi antara perawat dengan klien. Perawat harus dapat mengkaji kseiapan klien mendiskusikan masalahnya. Jika klien menyadari bahwa ia mengekspresikan perasaannya dalam suasana yang diterima dan aman maka klien akan memperluas kesadaran dan penerimaan pada dirinya.
5) Bermain peran.
Bermain peran menjembatani antara fikiran serta prilaku, klien akan merasa bebas mempraktekkan prilaku baru pada lingkungan yang aman. Hal ini berguna untuk meningkatkan kesadaran dalam berhubungan dan kemampuan melihat situasi dari pandangan orang lain.
Perawat senantiasa harus mencoba berbagai teknik, cara dan sikap yang dapat meningkatkan efektifitas komunikasi dan hubungan perawat-klien.
C. Teknik Komunikasi Terapeutik
Dalam menanggapi pesan yang disampaikan klien, perawat dapat menggunakan berbagai teknik komunikasi terapeutik sebagai berikut:
1. Mendengarkan (listening).
Merupakan dasar utama dalam komunikasi. Dengan mendengar perawat mengetahui perasaan klien.
2. Pertanyaan terbuka (Broad opening).
Memberi kesempatan untuk memilih.
3. Mengulang (Restating)
Mengulang pokok pikiran yang diungkapkan klien. Gunanya untuk
4. Klarifikasi
Dilakukan bila perawat ragu, tidak jelas, tidak mendengar atau klien malu mengungkapkan informasi.
5. Refleksi
Berupa refleksi isi, memvalidasi apa yang didengar.
6. Memfokuskan
Membantu klien bicara pada topik yang telah dipilih dan yang penting.
7. Membagi Persepsi
Meminta pendapat klien tentang hal yang perawat rasakan dan pikirkan. Dengan ini perawat dapat meminta umpan balik dan memberi informasi.
8. Identifikasi
Latar belakang masalah yang dialami klien yang muncul selama percakapan.
9. Diam (silence)
Cara yang sukar, biasanya dilakukan setelah mengajukan pertanyaan. Tujuan untuk memberi kesempatan berpikir dan memotivasi klien untuk berbicara.
10. Informing
Memberi informasi dan fakta untuk pendidikan.
11. Saran
Memberi alternatif ide pemecahan masalah. Tepat dipakai pada fase kerja.
Subscribe to:
Comments (Atom)